Pola Pertahanan (Defensive)
Pola partahanan adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan
dalam rangka menghalau serangan lawan.
Unsur-unsur pelaksanaan pola
pertahanan adalah sebagai berikut:
1) Sikap Jaga
2) Olah kaki untuk memenangkan langkah ketika melakukan pertahanan
3) Dasar-dasar umum dalam penjagaan
4 Posisi jaga dan Pembagian daerah
5) Pertahanan bersama
Macam-macam bentuk pertahanan bersama antara lain sebagai berikut:
a) Pertahanan daerah
Pada pertahanan daerah, setiap pemain diberi tugas menjaga daerah tertentu. Mengingat susunannya, maka pertahanan daerah disebut
pertahanan daerah 2-1-2, 2-3, 3-2,1-2-2, dan 2-2-1.
b) Pertahanan satu lawan satu
Pertahanan satu lawan satu adalah pertahanan dengan menugaskan setiap
orang untuk
menjaga seorang lawan. Macam-macam pertahanan satu lawan
satu adalah
sebagai berikut:
(1) Pertahanan satu lawan satu dengan tetap
(2) Pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga
(3) Pertahanan satu lawan satu dengan penolong
Keuntungan dari pertahanan daerah ini antara lain sebagai berikut:
(1) Sangat baik untuk melawan tim yang lemah dalam mengolah bola
(2) Sangat baik untuk melawan tim yang menggunakan penyerangan berpola
(3) Merliatikan penyerangan penembak dengan memoros
(4) Menghindari kesalahan perorangan
(5) Sangat baik,untuk melawan penyerangan dengan menggunakan pemain penggiring
yang terampil
(6) Sangat baik untuk melawan pemotong-pemotong yang terampil
Sedangkan kelemahan-kelemahan pertahanan daerah adalah sebagai berikut:
(1) Bila lawan rnenggunakan serangan kilat
(2) Bila lawan terampil oper-mengoper dengan cepat
(3) Bila lawan menembak dari jarak jauh dengan terampil
(4) Perhatian setiap pemain terpecah terhadap dua pemain lawan atau lebih
(1) Ada daerah-daerah lemah (tidak terjaga)
Basket Ball
Selasa, 29 November 2016
Senin, 28 November 2016
posisi pemain basket
Dalam permainan bola basket. terdapat 5 posisi utama pemain, yaitu center, power forward, small forward, shooting guard, dan point guard.
Pemain tengah (Center) biasanya ditempati oleh pemain yang bertubuh paling tinggi dalam tim. Pada saat menyerang, Center bertugas menerima bola dan menembakkannya ke ring, sedangkan pada saat bertahan, pemain ini menjadi pertahanan terakhir.
Power Forward juga biasanya juga ditempati oleh pemain bertubuh tinggi karena bertugas sebagai penangkap bola pantul yang gagal masuk ke dalam ring (rebound), terutama saat bertahan. Dalam posisi menyerang, seorang PF diharapkan menangkap bola rebound dan segera menembakkannya kembali ke dalam ring Small Forward, umumnya diisi oleh pemain yang agresif dalam melakukan serangan ke daerah musuh dan juga memiliki tembakan yang konsisten dari bagian luar garis tembakan bebas.
Shooting guard umumnya diisi oleh pemain dengan kemampuan bertahan dan mencuri bola yang baik.Dalam posisi menyerang, SG berperan sebagai pemegang bola kedua dan juga menembakkan lemparan tiga angka.
Point guard adalah pemimpin penyerangan yang biasanya memiliki umpan (passing) dan dribble.[3]
peraturan permainan bola basket
1
Lebar Lapangan

2
Jumlah Pemain

3
Waktu

4
3 second violation

ytimg.com
5
Back ball/Back court

6
Traveling/Walking

7
Double

8
Shot Clock Violation

9
8 Second Violation

10
Jumping

11
Offensive foul

12
Personal Foul

13
Technical Foul

14
Unsportsmanlike Foul

15
Team Foul

8 hal penting bagi pelatih basket
8 HAL PENTING BAGI PELATIH
Apa itu 8 Hal Penting bagi Pelatih? ya itu adalah 8 langkah, ataupun
bisa disebut juga 8 hal penting yang harus dimiliki seorang pelatih
dalam mengajarkan dasar dasar bola basket kepada pemula.
Apa itu 8 Hal Penting bagi Pelatih? ya itu adalah 8 langkah, ataupun
bisa disebut juga 8 hal penting yang harus dimiliki seorang pelatih
dalam mengajarkan dasar dasar bola basket kepada pemula.
berikut adalah 8 Hal Penting yang harus diikuti :
1.Mintalah perhatian penuh dari pemain, pastikan mereka menghormati dan menyadari kehadiran anda sebagai pelatih
2.latihan dasar haruslah simple dan mudah dimengerti, biasakan memulai
dengan dasar teori, lalu laksanakan teori dasar tersebut dalam bentuk
simple, allu berlanjut melakukan latihan dalam bentuk 3 on 3 or 5 on 5
dengan berbagai variasi. (haruslah secara bertahap untuk mempelajari
dasar dasar bola basket)
3.Pelatih dan pemain yang lebih berpengalaman diharapkan memberikan
contoh dulu tentang bagaimana aplikasi teori yang telah diajarkan, dalam
gerak lambat, dilanjutkan dengan kecepatan normal. Karena biasanya
dengan diberi contoh secara langsung mengenai aplikasi teori yang benar,
maka pemain akan memiliki visi yang sama.
4.Dalam melatih pastikan anda mengajarkan dasar dasar bola basket yang
sesuai dengan tipikal team. Pemaksaan teknik dan taktik akan berakibat
pemain menjadi tidak nyaman. Terkecuali anda pelatih professional,
dimana pemain2x pun adalah professional. Dan atlet professional dituntut
untuk bias mengikuti apapun saran pelatih. Namun dalam tingkat dasar,
seperti SD dan SMP, latihlah mereka sesuai dengan tipikal dan tingkat
kemahiran mereka.
5.Hal pertama-tama yang harus dilatih adalah menghilangkan tekanan dan
kebiasaan buruk yang biasa terdapat pada pemain basket pemula. Misalkan
basic lay up, cara shooting, dribbling, dan lain lain. Untuk stamina,
kecepatan, kerjasama akan meningkat sendiri seiring latihan berjalan.
6.jika team yang anda latih terdiri dari berbagai umur dan tingkatan.
Bagilah mereka dalam beberapa kelompok, dan gunakan pemain yang
berpengalaman sebagai asisten pelatih. Dengan begitu, nilai nilai
kepemimpinan, dan kebersamaan akan tumbuh.
7.latihlah 1 atau 2 dasar hingga mahir selama kurun waktu tertentu,
hindari memberikan terlalu banyak materi dalam rentang waktu yang
terlalu cepat. Karena akan mengakibatkan pemain menjadi lupa essensi
dari setiap gerakan dasar yang di latih.
8.namun jangan juga berlatih 1 gerakan dasar terlalu lama, karena akan
menyebabkan pemain bosan dan kehilangan semangat. (misalkan latihan
dribble terus sebulan, tanpa ada selingan latihan shooting)
main basket ko pendek?
MAIN BASKET KOK PENDEK?
Gue akhirnya memutuskan untuk menulis postingan ini karena sudah cukup lelah ditanya, “Kak, main basket? Kok pendek?”Pertanyaan itu wajar aja, menunjukkan kalo dia orangnya kritis. Dan bikin hati gue sakit kritis.
Sedikit gue jelaskan, dan gue tekankan.
pada awalnya niat gue ikutan basket, waktu itu –sekitar 2006– lagi booming-booming-nya FTV. Ya, tahun itu adalah masa awal kejayaan FTV dan sinetron. Dan sering banget gue lihat yang jadi pemeran utamanya adalah anak basket.
Di FTV itu gue sering melihat anak basket pasti digandrungi cewek-cewek. Cewek yang dijadiin pacar pun bukan cuma satu. Anak basket pasti tinggi, putih, keren. Ternyata, itu membangun pandangan dan stereotip tersendiri di benak para penonton –khususnya yang awam soal basket–. Jadilah mereka menganggap bahwa anak basket itu harus tinggi, harus putih, harus digandrungi cewek.
Tapi kenyataannya berbeda.
Ada satu faktor penting yang dilupakan para penganut stereotip itu, bahwa yang di FTV itu… ganteng. Jadi, nggak bisa diterapkan di kehidupan nyata. Karena orang di kehidupan nyata, ada yang ganteng, ada yang hampir ganteng. Dikit lagi.
Stereotip di atas justru malah membebankan untuk kami –para pemain basket yang nggak tinggi, nggak putih, nggak digandrungi cewek–. Waktu SMP, gue ikutan tim basket sekolah. Dan waktu itu tim sekolah gue juara di wilayahnya. Ada temen gue yang jago banget, sebut aja namanya Fahmi. Dia jadi MVP turnamen, dia mendadak terkenal di sekolah, tapi tetep dia kalah digandrungi dibanding temen setim gue yang lain. Sebut saja namanya Uki, dia sebenernya main basketnya biasa aja, lebih banyak jadi cadangan, bahkan pernah juga beberapa kali jadi cadangan mati alias nggak dimainin sama sekali. Tapi ada satu faktor yang Uki punya tapi Fahmi nggak punya, ganteng.
Seringnya, semua kembali ke tampang.Kadang gue suka kasian sama anak basket yang nggak tinggi, nggak putih, nggak ganteng kalo ditanya, “Main basket? Kok pendek?” Padahal tinggi-pendeknya seseorang kadang bukan dari olahraga apanya, tapi bisa juga dari gen. Banyak yang nggak main basket, nggak ngapa-ngapain, tapi tinggi. Banyak juga yang udah main basket tiap hari, mainnya jago, tapi pendek.
Biasanya orang yang nganggap “orang main basket itu harus tinggi” adalah orang-orang yang cuma tau sedikit tentang dunia basket. Kalo dia paham, pasti dia bukan menilai seorang pemain basket cuma dari posturnya. Toh, dalam permainan basket ada dua posisi yang biasanya diisi sama orang ‘kecil’, yaitu biasanya posisi Point Guard, atau Shooting Guard juga bisa. Dua posisi tadi sering/bisa diisi orang pendek karena biasanya pemain basket yang pendek punya kelebihan yang nggak dipunya pemain besar, misalnya kecepatan, kelincahan, lompatan, dan akurasi shoot jarak jauh.
Memang banyak, banyak banget, pemain basket yang tinggi, ganteng, dan jago, kayak Chandler Parsons, Ricky Rubio, atau sampe Kobe Bryant. Tapi bukan berarti nggak ada pemain basket yang
Semoga setelah membaca ini, kita semua terhindar dari beban bahwa anak basket harus tinggi. Nilailah seorang anak basket dari skill-nya, bisa dari dribble-nya, shoot-nya, lompatnya, larinya, gerakannya, atau apa pun. Sekali-sekali tampang bisa kan jadi faktor terakhir?
Gue, meski pada awalnya ikutan basket cuma buat mencari cinta, pada akhirnya malah jatuh cinta sama basket itu sendiri. Ya meskipun nggak pernah dapet pacar gara-gara basket, tapi gue nggak akan berhenti main basket walau ditanya “Main basket? Kok pendek?” berkali-kali pun, karena gue menyadari main basket bukanlah supaya tinggi, apalagi supaya dapet pacar. Namun gue bermain basket untuk bahagia. Dengan main basket aja, gue sudah cukup bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)